Sejarah Snack Cheetos Sebagai Makanan Prajurit AS

Sejarah Snack Cheetos Sebagai Makanan Prajurit AS

Sejarah snack Cheetos sebagai salah satu makanan ringan yang sangat populer hingga ke seluruh penjuru dunia ini mungkin tidak akan pernah kita sangka sebelumnya. Camilan yang berbahan dasar tepung jagung ini berbentuk panjang seperti stick baseball dan menjadi kegemaran mayoritas semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sekalipun.

Namun, pernahkah kamu mengira bahwa Cheetos pertama kali ditemukan tanpa sengaja oleh pihak kemiliteran Amerika Serikat? Simak terus ceritanya untuk menemukan penjelasan lebih lanjut sekaligus menambah wawasan kalian akan ilmu teknologi rekayasa pangan.

Sejarah Snack Cheetos Sebagai Makanan Prajurit AS

Kembali ke puluhan tahun lalu ketika Perang Dunia II masih berlangsung, unit militer AS merasa risih dengan volume makanan yang terlalu berat dan besar sehingga mengganggu pergerakan prajurit selama di medan pertempuran. Oleh sebab itu, para peneliti di bawah pengawasan militer AS mencoba mencari cara untuk menciptakan metode agar pengemasan lebih praktis dan ringan untuk dibawa.

Sejarah Snack Cheetos Sebagai Solusi Pangan Militer AS

Sejarah snack Cheetos pun berawal dari kelanjutan penelitian pihak militer AS yang juga menginginkan sebuah menu makanan tak hanya praktis, namun juga mesti tahan lama. Bagaimanapun juga, kondisi perang merupakan situasi yang berlarut dan dapat berlangsung hingga berbulan-bulan, sehingga memiliki makanan yang berumur panjang akan sangat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi para prajurit.

Ketika itu, keju sangat populer di seluruh negara belahan bumi bagian barat, termasuk salah satunya adalah Amerika Serikat. Seperti yang sudah kita ketahui, keju mudah sekali rusak jika terkontaminasi dengan suhu ruangan terlalu lama, apalagi jika cuaca memasuki era musim panas yang terik dan lembab.

Sejarah Snack Cheetos Sebagai Solusi Pangan Militer AS

Dari sana terciptalah ide brilian di mana para peneliti membuat keju menjadi dehidrasi sehingga berkurang kadar air di dalamnya secara drastis, hampir tak bersisa. Keju yang telah mirip seperti batu bata tersebut kemudian dihancurkan sehingga menciptakan suatu bentuk baru yang dinamakan bubuk keju.

Setelah Perang Dunia II berakhir, sisa bubuk keju menumpuk sangat banyak di lumbung kemiliteran AS sehingga mereka memutuskan untuk menjualnya ke publik. Tepat pada 1948, Perusahaan Snack Frito memborong bubuk keju tersebut dan menjadikannya pelapis camilan berbahan dasar tepung jagung dan ia namakan dengan Cheetos.

Snack Cheetos dengan cepat mudah diterima oleh masyarakat di AS, dan kepopuleran cemilan ini semakin viral dari mulut ke mulut sehingga Frito Company memutuskan untuk mengekspornya ke luar negeri. Bahkan, di Indonesia sendiri Cheetos sangat populer khususnya bagi generasi 90-an, yang didistribusikan oleh anak perusahaan Salim Group alias bos Indofood.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *